Untuk membaca perubahan rona fajar, waktu pengamatan perlu dibedakan lebih dulu. Fajar berlangsung sejak cahaya mulai muncul hingga sesaat sebelum Matahari mulai naik dari cakrawala; matahari terbit adalah saat sisi Matahari mulai terlihat di atas horizon.[1]
Tiga penanda untuk membaca tahap fajar
Fajar astronomis secara formal ditandai ketika Matahari berada 18 derajat di bawah horizon. Pada fajar nautikal, posisinya 12 derajat di bawah horizon dan cahaya cukup untuk membedakan horizon serta objek-objek di sana. Fajar sipil dimulai pada posisi 6 derajat di bawah horizon, ketika cahaya cukup untuk membedakan objek dan melakukan aktivitas di luar rumah.[1]
Penanda ini membantu menempatkan suatu pengamatan pada tahap fajar tertentu. Contohnya, catatan yang dibuat saat horizon mulai terlihat dan catatan saat objek-objek dapat dibedakan merujuk pada kondisi keterlihatan yang berbeda. Keduanya bukan label untuk warna tertentu.[1]
Peran cahaya dan batas penjelasan tentang udara
Yang bisa dijelaskan melalui tahapan tersebut adalah kemunculan cahaya sebelum Matahari terlihat dan perbedaan kecukupan cahaya untuk mengenali horizon atau objek.[1] Karena itu, saat membandingkan rona dari satu waktu ke waktu berikutnya, waktu pengamatan memberi konteks penting: catatan pada tahap fajar yang berbeda tidak serta-merta menggambarkan kondisi yang sama.
Namun, pembagian fajar ini tidak menerangkan bagaimana udara memengaruhi rona atau mengapa warna tertentu muncul. Ia menjelaskan waktu dan keterlihatan, bukan mekanisme lengkap perubahan warna. Jadi, cahaya membantu menunjukkan tahap fajar yang sedang diamati, sedangkan peran udara dalam membentuk rona memerlukan penjelasan tersendiri di luar penanda waktu tersebut.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia β Fajar. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29816037&title=Fajar (diakses 2026-10-04).